JAWABAN BAB 7

Biografi Singkat KH. Ahmad Dahlan
KH. Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Beliau berasal dari keluarga ulama Keraton Yogyakarta. Sejak muda, Ahmad Dahlan menuntut ilmu agama di Makkah dan terpengaruh oleh pemikiran pembaruan Islam.
Pada 18 November 1912, beliau mendirikan organisasi Muhammadiyah yang bertujuan memurnikan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis serta memajukan umat melalui pendidikan dan sosial. KH. Ahmad Dahlan wafat pada 23 Februari 1923 dan dikenal sebagai salah satu tokoh pembaharu Islam di Indonesia.
2. Peran KH. Ahmad Dahlan dalam Perkembangan Islam di Indonesia
Peran KH. Ahmad Dahlan antara lain:
Pendiri Muhammadiyah, organisasi Islam yang berperan besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
Pelopor pembaruan pendidikan Islam, dengan memadukan ilmu agama dan ilmu umum.
Mengembangkan dakwah Islam yang rasional dan modern, agar mudah dipahami masyarakat.
Mengajak umat Islam kembali pada Al-Qur’an dan Hadis, serta meninggalkan praktik yang tidak sesuai ajaran Islam.
3. Keteladanan yang Dapat Diambil dari KH. Ahmad Dahlan
Keteladanan dari KH. Ahmad Dahlan antara lain:
Semangat belajar dan menuntut ilmu sepanjang hayat.
Keikhlasan dalam berdakwah dan berjuang, tanpa mengharapkan imbalan.
Berani melakukan perubahan demi kemajuan umat Islam.
Peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Sikap sederhana, jujur, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

. Sekilas tentang Pendidikan KH. Hasyim Asy’ari
KH. Hasyim Asy’ari lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 14 Februari 1871. Pendidikan awal beliau diperoleh dari ayahnya sendiri di pesantren. Selanjutnya, KH. Hasyim Asy’ari menuntut ilmu di berbagai pesantren ternama di Jawa, seperti Pesantren Siwalan Panji dan Pesantren Bangkalan.
Beliau juga melanjutkan pendidikan ke Makkah dan belajar kepada para ulama besar, khususnya dalam bidang ilmu hadis, fikih, dan tafsir. Sepulang dari Makkah, beliau mendirikan Pesantren Tebuireng yang menjadi pusat pendidikan Islam dan melahirkan banyak ulama besar.
2. Peran KH. Hasyim Asy’ari dalam Perkembangan Islam di Indonesia
Peran KH. Hasyim Asy’ari antara lain:
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926.
Pengembang pendidikan pesantren, khususnya melalui Pesantren Tebuireng.
Penjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, agar tetap sesuai dengan tradisi dan syariat Islam.
Tokoh perjuangan melawan penjajahan, terutama melalui fatwa Resolusi Jihad tahun 1945.
Guru para ulama besar Indonesia, yang berperan penting dalam dakwah Islam di Nusantara.
3. Tujuan Didirikannya Organisasi Nahdlatul Ulama (NU)
Tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama (NU) adalah:
Menjaga dan mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Melestarikan tradisi Islam Nusantara yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Meningkatkan pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan umat Islam.
Menyatukan umat Islam, khususnya kalangan ulama dan pesantren.
Membela kepentingan agama dan bangsa, terutama dari pengaruh yang merugikan umat Islam.

b. Nahdhatul Ulama (NU) didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari
d. Pondok Pesantren Tebuireng
c. Resolusi Jihad
b. mudah menyerah dalam berjuang menghadapi musuh
c. mudah menyerah kepada musuh
d. Muhammadiyah
a. Sang Pencerah
a. Menjadi pemerkasa berdirinya Nahdlatul Ulama
b. 65 tahun
d. 31 Januari 1926

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Terakhir

Enak Dan Tidak Enaknya Menjadi Seorang Pemimpin

jawaban materi diskusi