Anak Terakhir
Aku Triadi, aku adalah anak terakhir di keluargaku menurutku, menjadi anak terakhir bukan sebuah kisah yang mudah mungkin dalam pikiran orang-orang, anak terakhir adalah anak yang akan terus menjadi anak yang paling manja dan merepotkan.
Tapi, kenyataan berbanding terbalik dengan apa yang diucapkan orang-orang, aku memang pernah manja, merepotkan pun sering, tapi kurasa semua akan ada masanya, karena itu semua terjadi sebelum anak kecil ini tumbuh besar.
Seiring berjalannya waktu, aku pun mulai mengerti banyak hal, aku semakin bingung dengan satu hal, kenapa orang-orang beranggapan bahwa kehidupan seorang anak terakhir itu mudah?
Padahal yang sebenarnya terjadi, menjadi anak terakhir adalah salah satu hal terberat di hidupku, terkadang aku merasa kesepian karena kedua saudaraku lebih dulu meninggalkan rumah.
Serta aku pun terkadang selalu dibayang-bayangi oleh rasa cemas dan takut, takut akan kegagalan, takut akan mengecewakan kedua orangtuaku ketika aku gagal. Sangat salah jika masih ada yang menganggap ini mudah karena aku juga merasakan beban itu dan kesulitan.
Satu hal yang paling aku rindukan, yaitu melakukan hal hal yang menyenangkan layaknya pada waktu aku masih anak kecil.
Komentar
Posting Komentar