Enak Dan Tidak Enaknya Menjadi Seorang Pemimpin
Namaku Triadi Nur Fadilah, aku lebih akrab dipanggil fadil, triadi, atau juga dull, dan aku juga seorang ketua PASKIBRA di sekolah. Waktu pertama kali dipilih, aku merasa bangga sekali. Teman-teman seperjuangan menyoraki namaku, dan aku merasa keren. Kupikir jadi pemimpin itu mudah, tinggal memberi perintah, lalu semua berjalan lancar.
Tapi ternyata tidak begitu. Kadang teman-teman sulit diatur. Ada yang ribut saat rapat, ada yang malas kalau diberi tugas, bahkan ada yang bilang, “Biar Triadi saja yang kerjain, kan dia ketua.” Aku jadi merasa sendiri.
Waktu persiapan acara paskibra, aku benar-benar pusing. Ada yang tidak datang latihan, ada yang marah-marah karena idenya tidak dipakai.Dan aku hampir menyerah.
Tapi ayahku bilang, “Pemimpin itu bukan yang paling enak, tapi yang paling kuat menanggung tanggung jawab.” Kata-kata itu membuatku berpikir lagi.
Akhirnya aku mencoba lebih sabar. Aku mulai mendengarkan teman-teman, membagi tugas dengan jelas, dan ikut bekerja bersama mereka. Pelan-pelan, mereka jadi lebih kompak.
Sekarang aku tahu, jadi pemimpin memang berat. Tapi dari situ aku belajar arti kerja sama, tanggung jawab, dan kesabaran. Dan rasanya senang sekali saat melihat semua usaha kami berhasil.
Komentar
Posting Komentar