Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

JAWABAN BAB 7 FAKHRI ARGA

Biografi Singkat KH. Ahmad Dahlan KH. Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Beliau berasal dari keluarga ulama Keraton Yogyakarta. Sejak muda, Ahmad Dahlan menuntut ilmu agama di Makkah dan terpengaruh oleh pemikiran pembaruan Islam. Pada 18 November 1912, beliau mendirikan organisasi Muhammadiyah yang bertujuan memurnikan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis serta memajukan umat melalui pendidikan dan sosial. KH. Ahmad Dahlan wafat pada 23 Februari 1923 dan dikenal sebagai salah satu tokoh pembaharu Islam di Indonesia. 2. Peran KH. Ahmad Dahlan dalam Perkembangan Islam di Indonesia Peran KH. Ahmad Dahlan antara lain: Pendiri Muhammadiyah, organisasi Islam yang berperan besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Pelopor pembaruan pendidikan Islam, dengan memadukan ilmu agama dan ilmu umum. Mengembangkan dakwah Islam yang rasional dan modern, agar mudah dipahami masyarakat. Mengajak umat Islam kembali pada Al-Qur’an dan H...

JAWABAN BAB 7

Gambar
Biografi Singkat KH. Ahmad Dahlan KH. Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Beliau berasal dari keluarga ulama Keraton Yogyakarta. Sejak muda, Ahmad Dahlan menuntut ilmu agama di Makkah dan terpengaruh oleh pemikiran pembaruan Islam. Pada 18 November 1912, beliau mendirikan organisasi Muhammadiyah yang bertujuan memurnikan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis serta memajukan umat melalui pendidikan dan sosial. KH. Ahmad Dahlan wafat pada 23 Februari 1923 dan dikenal sebagai salah satu tokoh pembaharu Islam di Indonesia. 2. Peran KH. Ahmad Dahlan dalam Perkembangan Islam di Indonesia Peran KH. Ahmad Dahlan antara lain: Pendiri Muhammadiyah, organisasi Islam yang berperan besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Pelopor pembaruan pendidikan Islam, dengan memadukan ilmu agama dan ilmu umum. Mengembangkan dakwah Islam yang rasional dan modern, agar mudah dipahami masyarakat. Mengajak umat Islam kembali pada Al-...

jawaban bab 5 (4)

Hasil karya atau cipta Sunan Kalijaga: Wayang kulit bercorak Islami (Kalimasada), tembang Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul, pencipta baju takwa, serta perayaan Sekaten dan Grebeg Maulud. Peran Sunan Muria pada Kerajaan Demak: Sebagai penasihat Kerajaan Demak dan pendakwah di daerah pedesaan, terutama wilayah sekitar Gunung Muria. Cara Sunan Gunung Jati mendekati rakyat: Mengadaptasi adat dan budaya setempat, berdakwah dengan cara damai, toleran, dan melalui keteladanan serta pendidikan. Peran Sunan Giri dalam seni budaya: Mengembangkan dakwah melalui seni dan pendidikan dengan menciptakan permainan dan tembang anak bernuansa Islami.

jawaban bab 6 (2)

Uji Kompetensi 1 Pendekatan sosial dan budaya: membantu pertanian dan pengobatan, bersikap ramah, menghormati adat setempat, berdakwah tanpa paksaan. Moh Madat, Moh Madon, Moh Mabuk, Moh Maling, Moh Main. Menehono teken marang wong wuto; Menehono mangan marang wong luwe; Menehono busana marang wong wuda; Menehono pangayoman marang wong kang kaliren. Menghormati adat Hindu-Buddha (melarang penyembelihan sapi), dakwah toleran, keteladanan, dan budaya (Masjid Menara Kudus). Wayang kulit bercorak Islami, tembang Ilir-ilir, Gundul-gundul Pacul, baju takwa, Grebeg Maulud, Sekaten. Memberi nasihat kepada Sultan Demak dan berdakwah di daerah pedesaan sekitar Gunung Muria. Uji Kompetensi 2 (Pilihan Ganda) d d c c a c a a b c a a d a b

jawaban bab 6 (1)

Kitab karya Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari: Sabilal Muhtadin li at-Tafaqquh fi Amr ad-Din. Peran Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam perkembangan Islam di Indonesia: Sebagai ulama besar dan pembaharu Islam di Kalimantan, beliau berperan dalam pengembangan pendidikan Islam, penegakan hukum Islam, pembinaan masyarakat, serta penulisan kitab fikih yang menjadi rujukan luas di Nusantara. Keteladanan dari Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari: Semangat menuntut ilmu, disiplin dalam ibadah, berdakwah dengan hikmah, konsisten mengamalkan ilmu, serta berkontribusi nyata bagi umat dan

jawaban bab 6 (3)

Tiga karya tulis Syaikh Abdur Rauf as-Singkili: Tarjuman al-Mustafid Mir’at al-Thullab Umdat al-Muhtajin Peran Syaikh Abdur Rauf as-Singkili dalam perkembangan Islam di Indonesia: Sebagai ulama, mufasir, dan pendidik, ia mengembangkan ajaran Islam melalui pengajaran, penulisan kitab, dan penyebaran tarekat Syattariyah, serta menjadi rujukan keilmuan Islam di Nusantara, khususnya Aceh. Keteladanan dari Syaikh Abdur Rauf as-Singkili: Cinta ilmu, tekun belajar dan mengajar, rendah hati, berdakwah dengan bijaksana, serta konsisten menyebarkan Islam melalui tulisan dan pendidikan

jawaban bab 5 (3)

Uji Kompetensi 1 Pendekatan sosial dan budaya: membantu pertanian dan pengobatan, bersikap ramah, menghormati adat setempat, berdakwah tanpa paksaan. Moh Madat, Moh Madon, Moh Mabuk, Moh Maling, Moh Main. Menehono teken marang wong wuto; Menehono mangan marang wong luwe; Menehono busana marang wong wuda; Menehono pangayoman marang wong kang kaliren. Menghormati adat Hindu-Buddha (melarang penyembelihan sapi), dakwah toleran, keteladanan, dan budaya (Masjid Menara Kudus). Wayang kulit bercorak Islami, tembang Ilir-ilir, Gundul-gundul Pacul, baju takwa, Grebeg Maulud, Sekaten. Memberi nasihat kepada Sultan Demak dan berdakwah di daerah pedesaan sekitar Gunung Muria. Uji Kompetensi 2 (Pilihan Ganda) d d c c a c a a b c a a d a b

jawaban bab 5 (2)

1. Biografi singkat Sunan Bonang Sunan Bonang memiliki nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim, putra dari Sunan Ampel. Ia merupakan salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa. Sunan Bonang dikenal berdakwah melalui seni dan budaya, terutama dengan memanfaatkan gamelan dan tembang Jawa. Ia sering memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam lagu dan kesenian sehingga ajaran Islam mudah diterima masyarakat. Sunan Bonang wafat dan dimakamkan di Tuban, Jawa Timur. 2. Empat pokok ajaran Sunan Drajat Empat pokok ajaran Sunan Drajat menekankan kepedulian sosial, yaitu: Menehono teken marang wong kang wuto (Memberi tongkat kepada orang buta → memberi petunjuk kepada yang tidak tahu) Menehono mangan marang wong kang luwe (Memberi makan kepada orang lapar) Menehono busana marang wong kang wuda (Memberi pakaian kepada orang yang tidak punya) Menehono pangayoman marang wong kang kaliren (Memberi perlindungan kepada orang yang menderita) 3. Cara Sunan Kudus mendekati ...

jawaban bab 5

Cara pendekatan Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim): Sunan Gresik mengambil simpati masyarakat dengan pendekatan sosial dan budaya, antara lain: Membantu masyarakat dalam bidang pertanian dan pengobatan Bergaul ramah tanpa memaksa Menyampaikan ajaran Islam secara lembut dan bertahap Menghormati adat setempat sehingga Islam mudah diterima b. Istilah “Mo Limo” yang dikenalkan Sunan Ampel: Mo Limo adalah lima larangan atau penyakit masyarakat, yaitu: Moh Main (berjudi) Moh Minum (minuman keras) Moh Madat (narkoba/candu) Moh Maling (mencuri) Moh Madon (berzina) c. Permainan anak ciptaan Sunan Giri: Sunan Giri menciptakan beberapa permainan anak bernuansa Islami, di antaranya: Cublak-cublak Suweng Jamuran Jelungan Gundul-gundul Pacul